Setiap waktu yang tuhan berikan rasanya terlalu singkat ketika bersama kamu , entah kamu yg kemarin sekarang atau yang akan datang . Setiap senin saya selalu berharap waktu di percepat untuk segera hari sabtu , dan setelah hari sabtu saya berharap waktu di perlambat agar saat bersama kamu bisa lebih lama . Itu yang saya lakukan berulang-ulang setiap kali hari senin dimulai . Tapi seperti yang saya bilang waktu acap kali terasa cepat ketika bersama kamu .
Sampai akhirnya saya sadar , saya begitu egois karna tak mensyukuri waktu orang lain saat saya bersama mereka . Saya terlalu mementingkan perasaan senang saya yang bahkan mungkin kamu sendri tau . bahwa yang abadi adalah menunggu , sedangkan bahagia hanyalah kamuflase yang kita ciptakan sendri hingar bingarnya iya seperti pelangi setelah hujan , kembang api saat malam pergantian tahun . hanya sekejap ! Terkadang saya bertanya pada diri saya sendiri , sampai kapan berpura-pura bahagia hanya untuk terlihat kuat di hadapan tuhan ? mungkin sampai lelah jawab ku dalam hati . Sekarang apa sudah lelah ? sekarang apa sudah sadar bahwa waktu itu berharga? Kenapa berhenti berjuang ? Bukankah selama ini telah menutup telinga dengan nasehat orang lain ? aku tidak pernah menutup telinga , aku mendengar setiap orang lain berkata buruk tentang semua ini . Lalu kenapa masih melanjutkan ? Berfikir semua akan berubah ? bukankah sudah tau orang yang dipertahnkan itu adalah orang yang sama ? pertanyaan demi pertanyaan bergejolak dalam hati berharap akan ada pembenaran .
Akhirnya saya mengakui , saya kalah , Lagi !
"sudah jelas tuhan tak pernah bermain dadu !"
Saya hanya mencoba percaya pada setiap kemungkinan yang ada . Tapi entahlah sepertinya kemungkinan yang saya ciptakan sendiri itu tak bernasib baik .
Kenapa mendulang sakit ? Kau tau bahwa yang kau lakukan hanya mengulang-ulang luka . Luka yang tak mampu kau sembuhkan sendiri . Berhentilah terlihat tegar , bahkan dihadapan tuhan . sesekali tunduklah sejenak , bahwa kau masih manusia , dan sepantasnya kau mengakui salah mu itu .
Ya baiklah saya sudah menerima kekalahan , saya akui yang saya putuskan kemarin terlalu sembrono . Sampai-sampai saya lupa ini hanya sementara . Ini hanya perkara waktu !
Tidak ada komentar:
Posting Komentar