Selasa, 23 Juni 2015

KOPI

Kamu itu seperti kopi , setiap teguknya cuma membunuh tapi selalu aku nikmati ! seberapa sulit aku memungkirinya toh tuhan sudah keterlaluan membenamkan rasa ini terhadapku . ntah lah , bukan aku tak mampu menolak toh setiap penolakan pada akhirnya hanya mendatangkan rasa yang lebih besar di setiap pergi .

Kamu itu seperti kopi di pagi hari , jika aku meminumnya pada akhirnya hanya akan mendatangkan gelisah dan debaran jantung yang sangat hebat seperti perlahan merusak rongga dada , menyesakan nafas . sekali lagi aku masih menikmatinya , menikmati rasa setiap kali kamu perlahan masuk kedalam tubuhku , padahal aku tau jika di teruskan kau hanya akan merusak kerja otakku , melumpuhkan logika ku .

Kamu akan selalu selayaknya kopi di setiap aku menginginkan mu , ya aku selalu menginginkanmu . Menginginkan kamu tetap ada walau kadang sakit yang kau ciptakan perlahan akan membunuh rasa . Tapi ntah la aku fikir sakit yang kau ciptakan akan membuatku melupakan mu dengan segera , ternyata kali ini kerja logika ku di perlambat , aku kalah lagi . aku masih disini. bukan, kali ini bukan untuk mengharapkan mu kembali hanya ingin menyakiti diri sendiri lebih dalam lagi . agar tuhan lebih menyentakan sepertiga ruh ku keluar sejenak dalam tubuh ini supaya aku lebih mengerti bahwa aku tak pernah layak disini .

Tidak ada komentar:

Posting Komentar